MANAJEMEN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

 MANAJEMEN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A.  SIFAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Menurut  Siagian  (dalam  Hasan,  2002:10)  pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

Atmosudirjo (1982:97) mengatakan, pengambilan keputusan selalu bersifat memilih diantara berbagai alternatif untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan menurut James pengambilan keputusan (dalam Hasan, 2002:10) adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan  masalah. 

Baron  (1986:  69)  mengatakan  bahwa pengambilan keputusan adalah suatu proses terjadinya identifikasi masalah, menetapkan tujuan pemecahan, pembuatan keputusan awal, pengembangan dan penilaian alternatif-alternatif, serta pemilihan salah satu  alternatif  yang  kemudian  dilaksanakan  dan  ditindak lanjuti.

Moorhead dan Griffin (1995: 82) menyatakan pengambilan keputusan sebagai kegiatan pemilihan diantara berbagai alternatif yang tersedia. Ahli lain, yaitu Gibson, dkk, (1997: 103) menjelaskan pengambilan keputusan  sebagai  proses  pemikiran  dan  pertimbangan  yang mendalam yang dihasilkan dalam sebuah keputusan. Pengambilan keputusan merupakan sebuah proses dinamis yang dipengaruhi oleh banyak kekuatan termasuk lingkungan organisasi dan pengetahuan, kecakapan  dan  motivasi. 

B.  PERSPEKTIF RASIONAL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Fred Luthans dalam bukunya Perilaku Organisasi menyebutkan bahwa pengambilan keputusan didefinisikan secara universal sebagai pemilihanalternatif. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Chester Barnard dalam The Function of the Executive bahwa analisis komprehensif  mengenai pengambilan  keputusan  disebutkan  sebagai suatu  “proses  keputusan merupakan  teknik  untuk  mempersempit pilihan”. Sementara dalam bahanajar DR. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM bahwa membuat keputusanadalah “The  process  of  choosing  a  course  of  action  for  dealing  with a problem   or   opportunity ”. Sehingga   dapat   disimpulkan   bahwa pengambilan keputusan erat kaitannya dengan pemilihan suatu alternatif untuk menyelesaikan atau memecahkanmasalah serta memperoleh kesempatan. Herbert Simon, ahli teori keputusan dan organisasi mengonseptualisasikantiga tahap utama dalam proses pengambilan keputusan yaitu : Aktivitas intelegensi yakni penelusuran kondisi lingkungan yangmemerlukan pengambilan keputusan Aktivitas desain yakni terjadi tindakan penemuan, pengembangandan analisis masalah Aktivitas memilih yakni memilih tindakan tertentu dari yang tersedia

Baca Juga  Kumpulan Contoh Soal Gerak Parabola dan Pembahasannya

Menurut  James  A.F.  Stoner,  keputusan  adalah  pemilihan  di antara berbagai alternatif. Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu:

(1) ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan

(2) ada beberapa alternatif yang harus dipilih salah satu yang terbaik

(3) ada tujuan yang ingin dicapai dan keputusan itu makin mendekatkan pada tujuan tersebut

Dari pengertian keputusan tersebut dapat diperoleh pemahaman bahwa keputusan merupakan suatu pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama didalam organisasi.

Langkah-langkah pengambilan keputusan :

1.  Pengenalan  dan  pendefinisian  atas  suatu  masalah  atau  suatu peluang. Langkah ini merupakan respon terhadap suatu masalah, ancaman yang dirasakan, atau kesempatan dibayangkan. Untuk mengenali dan mendefinisikan masalah atau peluang, para pengambil keputusan memerlukan informasi mengenai lingkungan, keuangan, dan operasi.

2.  Pencarian    atas    tindakan    alternatif    dan    kuantifikasi    atas konsekuensinya.   Ketika   definisi   dari   masalah   atau   peluang selesai, pencarian untuk program alternatif tindakan dan kuantifikasi   konsekuensi   mereka   dimulai.   Pada   langkah   ini, sebagai alternatif praktis sebanyak mungkin diidentifikasi dan dievaluasi. Pencarian sering dimulai dengan melihat masalah serupa yang terjadi di masa lalu dan tindakan yang dipilih pada saat itu. Jika saja dipilih tindakan bekerja dengan baik, mungkin akan diulangi. Jika tidak, pencarian alternatif tambahan akan diperpanjang.Dalam tahap ini, sebanyak mungkin alternatif yang praktis didiefinisikan dan dievaluasi.

3.  Pemilihan alternatif yang optimal atau memuaskan. Tahap yang paling penting dalam proses pengambilan keputusan adalah memilih salah satu dari beberapa alternatif. Meskipun langkah ini mungkin  memunculkan  pilihan  rasional,  pilihan  terakhir  sering didasarkan  pada  pertimbangan  politik  dan  psikologis  daripada fakta ekonomi.

Baca Juga  Pengertian Administrasi Menurut Ahli, Fungsi, Tujuan, Ciri, Unsur Dll

4.  Penerapan  dan  tindak  lanjut.  Kesuksesan  atau  kegagalan  dari keputusan akhir bergantung pada efisiensi penerapannya. Pelaksanaan hanya akan berhasil jika individu-individu yang memiliki kontrol atas sumber daya organisasi yang diperlukan untuk melaksanakan keputusan (misalnya, uang, orang, dan informasi)  benar-benar  berkomitmen  untuk  membuatnya bekerja.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *